kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Dengan Teknologi, Plastik Punya Manfaat Luar Biasa


Kamis, 14 Maret 2019 / 16:27 WIB
Dengan Teknologi, Plastik Punya Manfaat Luar Biasa

Sumber: Commercial Content | Editor: indah sulistyorini

Jangan pernah sepelekan plastik. Meski sering dituding berbahaya bagi lingkungan, nyatanya plastik terbukti meningkatkan kualitas hidup. Dengan pendekatan teknologi tepat guna, plastik punya manfaat luar biasa. Mulai dijadikan bahan bakar, pupuk, hingga bisa dipakai sebagai campuran aspal. 

Tak heran, bagi mereka yang berpikir visioner, juga mampu melihat sisi positif, plastik dapat diolah menjadi rupiah. Sudah banyak contoh, sampah plastik asal dikelola dengan tepat, dapat dijadikan bisnis dengan keuntungan menggiurkan.

Indonesian Plastic Recylers Ahmad Nuzuluddin menerangkan, selama ini banyak industri menganggap plastik yang sudah terbuang, bukan lagi sebagai bahan baku. Hal itu sangat wajar, lantaran tidak terpilah sehingga proses untuk bisa dibuat barang jadi lagi menjadi lebih sulit. Apalagi ada biaya lebih dalam prosesnya.

“Akibatnya banyak industri besar yang tidak tertarik membangun industri daur ulang,” ujar dia ketika dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Meskipun sekarang banyak komunitas yang mengelola sampah plastik, dan berhasil menjadikan banyak barang bernilai ekonomi. Namun, itu semua berbeda antara kerajinan tangan dan industri daur ulang. Perbedaan paling nyata dari kapasitas plastik yang mampu diserap.

Untuk kerajinan tangan, misalnya, masyarakat perlu tahu, ada perbedaan antara daur ulang dengan pembuatan barang dari plastik bekas untuk kerajinan tangan.

Misal upcycle dan recycle , kata Ahmad, sekarang juga cukup rancu pengertiannya. Banyak yang mengira upcycle itu sama dengan recycle. Padahal, recycle plastic, kata dia, benar-benar diubah bentuknya sehingga berbeda dari bentuk awal.

Di negara-negara maju, kata dia, recycling rate-nya diatas 60 persen.  Karena menggunakan teknologi. Contoh Amerika dan Eropa, setiap minggu mengirimkan ribuan kontainer sampah plastik ke China untuk di daur ulang. Namun sekarang China tutup pintu, karena juga kewalahan. China pun sadar mulai mengolah sampah plastik dalam negeri agar memiliki nilai ekonomi.

“Jadi negara besar itu hanya pilah , lalu press dan ekspor,” kata dia.

Sejatinya, di Indonesia produk hilir dari sampah plastik, juga sudah lebih beragam. Misal ada produk bola kaki yang dibuat dari bahan dup. 

Menurut dia, negara yang sudah sangat baik dalam mengelola sampah plastik baru Jepang. Di Indonesia, kota Surabaya sudah relatif maju. Itu pun karena kerjasama dengan Jepang. Indonesia, kata dia, bisa mengikuti langkah Jepang asalkan diperbaiki dulu tata kelolanya. Dalam hal ini proses pemilahan yang terintegrasi.  Jika pemerintah tidak siap, dari sisi infrastruktur-nya , maka sampah yang sudah terpilah akan masuk TPA lagi.  

“Jepang itu sudah swasta semua yang ambil sampah sampai kelola sampah plastik –nya,” ujar dia.

Surabaya juga perlu dicontoh karena tetap mampu meraih Adipura tanpa mengkambinghitamkan plastik.  Indonesian Plastic Recylers menilai, saat ini, ada kesan produk plastik dijadikan sasaran dari ketidakmampuan mengelola sampah. Padahal bila dikelola dengan baik, menerapkan manajemen pengelolaan tepat guna, plastik bisa menghasilkan beragam manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Contoh saja nanti kedepannya dunia sudah akan menggunakan mobil dengan tenaga yang lebih bersih dan mengurangi bahan bakar fosil. Maka pasti akan dibutuhkan benda yang kuat dan berbobot ringan serta harga terjangkau. Sekarang baru plastik yang bisa digunakan agar bisa mengurangi beban sehingga bisa berjalan lebih lama,” kata Ahmad.

Berkawan dengan plastik
Hampir semua aktivitas sehari-hari, maupun benda yang digunakan, mengandung bahan plastik.  Mulai dari elektronik, otomotif, pertanian, fashion, alat rumah tangga. Baju berbahan poliester pun sejatinya juga dari plastik. Kemudian kendaraan, banyak komponen yang menggunakan plastik. Bahkan ban dengan label karet sintesis, juga menggunakan campuran plastik. 

Karena itu, Ahmad mengajak masyarakat untuk melihat plastik tidak semata satu sisi. Bukan lagi semata menyalahkan, namun bersama-sama bertindak, untuk mengurangi dampak buruknya. 

Tentu tak kalah penting, pemerintah ikut memahami karena keberadaan plastik, terutama kemasan, juga turut mendukung industri dalam negeri. Karena seiring dengan pertumbuhan ekonomi, kenaikan daya beli, permintaan plastik tetap tinggi. Baik untuk bahan baku industri, maupun untuk berbagai produk kemasan.  

Sampah plastik juga bisa dibuat berbagai kerajinan. Salah satu kerajinan plastik seperti gelang, kalung dan lainnya yang saat ini bisa di ekspor keluar negeri.

Kerajinan tangan ini bisa dibuat dari bahan-bahan daur ulang yang sudah tidak dipakai menjadi karya seni. Manfaat lain, sampah plastik juga bisa diubah menjadi batako. Batako yang berasal dari sampah plastik mampu diaplikasikan untuk rumah-rumah yang minimalis dan tidak besar.

Adapun Asosiasi lndustri Olefin, Aromatik dan Plastik lndonesia (Inaplas) menyebut, sampah plastik pun dapat diolah menjadi sumber pembangkit listrik. Karena itu, langkah sejumlah daerah menerapkan pembangkit listrik berbasis sampah sudah tepat dan pemerintah pusat perlu memberi insentif kepada pemda yang kreatif menyelesaikan masalah sampah, salah satunya dengan membangun PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).

Inisiatif tersebut sekaligus mendukung program kelistrikan nasional. Sejumlah pemda yang sudah berkomitmen membangun pembangkit listrik berbahan baku sampah antara lain Kota Semarang, Denpasar, Tangerang, Tangerang Selatan, dan sejumlah kota besar lainnya.

Ada beberapa jenis plastik, yang bisa didaur ulang dan memiliki kualitas bagus.  Misal jenis limbah plastik High Density Polyethylene (HDPE). Jenis limbah ini memiliki tempratur leleh 70°C–80°C.

Cara mengolahnya pun simpel. Bila ingin diubah menjadi produk anyar, pertama-tama dipisahkan dan dibersihkan hingga kering. Setelah itu, proses pemarutan dan pelaburan untuk lebih menyepurnakan polimer HDPE. Kemudian didinginkan menjadi pelet.

Nah, salah satu teknologi daur ulang HDPE yang cukup dikenal luas dimiliki Sorema, perusahaan asal Italia. Teknologi daur ulang miliknya sudah terpasang di sejumlah negara, seperti Amerika, Italia, karena plastik daur ulang yang dihasilkannya setara seperti kualitas plastik asli. 

Selain HDPE, jenis plastik lain yang dapat didaur ulang yakni Polypropylene (PP). Punya keunikan tersendiri karena jika hanya dikubur tidak akan rusak. Namun jika diolah lebih lanjut, dengan menggunakan mesin, punya manfaat seperti diubah menjadi bahan bakar minyak.  Salah satu mesin pengolah PP yang mumpuni yakni Greenmax Poseidon, mampu mengeringkan plastik, botol, kaleng aluminium, karton minuman, dll.     

Nah, jika ditangani dengan benar, menggunakan teknologi tepat, sampah plastik terbukti meningkatkan kualitas hidup. Dengan teknologi, plastik jadi sahabat bagi bumi.


Tag

TERBARU
Terpopuler

×