kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45996,76   -4,98   -0.50%
  • EMAS979.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Pinnacle Hadirkan Produk Investasi Berbasis Big Data


Selasa, 12 Maret 2019 / 14:25 WIB
Pinnacle Hadirkan Produk Investasi Berbasis Big Data

Reporter: Sponsored | Editor: Indah Sulistyorini

Masyarakat Indonesia semakin melek investasi. Tak heran, makin banyak manajer investasi bermunculan. Salah satu yang punya layanan mumpuni yakni Pinnacle Investment. Pinnacle Investment merupakan manajer investasi berbasis teknologi pertama di Indonesia, dimana di dalam proses investasi nya menerapkan pendekatan kuantitatif berdasarkan big data. 

Salah satu produk investasi yang diluncurkan adalah Pinnacle Strategic Equity Fund yang menerapkan strategi kuantitatif dan Exchange Traded Fund (ETF) yaitu, reksa dana yang dapat diperjualbelikan di bursa. Pinnacle telah menghadirkan total 18 produk reksa dana, 7 diantaranya adalah produk Exchange Traded Fund (ETF).

Presiden Direktur Pinnacle Investment Guntur Putra menilai, investor Indonesia membutuhkan manajemen aset yang lebih baik dari segala sisi. Misalnya, faktor transparansi ke investor, pengelolaan dana, inovatif dalam pengembangan produk, serta bisa setara dan berkompetisi di arena global. 

Karena itu, dalam penerapan proses investasinya, Pinnacle menggunakan big data, analytics algoritma, mechine learning, dan penerapan kuantitatif strategi. Juga menggabungkan advanced mathematic, statistik, dan computational methodology.  Tak heran, dengan pendekatan itu, masuk the fastets growing investment firm karena menerapkan beyond traditional investing.

“Kami Manajer Investasi startup berbasis teknologi pertama di Indonesia. Pendekatan investasi, didorong oleh kombinasi analisis kuantitatif lanjutan, penelitian fundamental yang ketat, manajemen risiko yang baik, dan platform teknologi yang canggih,” ujar Guntur.

Pinnacle fokus pada penggunaan big data, analytics algoritma, mechine learning, dan penerapan kuantitatif strategi. Aset tradisional yang dimiliki, yakni reksa dana konvensional dan ETF. Adapun mayoritas kliennya adalah institusi, seperti dana pensiunan, asuransi, dan yayasan. Kedepan, Pinnacle akan fokus ke digital dan meluaskan kanal distribusinya.  

Pinnacle didirikan oleh tim yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan global yang cukup kuat di Blackrock, US yaitu Asset Manajemen terbesar di dunia. Per Desember lalu, total dana kelolaan Pinnacle mencapai Rp4,5 triliun, termasuk Reksa Dana, discretionary, dan advisory.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

×